Kalau diingat-ingat lagi, masa awal tahun 2022 sampai 2023 itu bener-bener era "emas" pas aku ngefrelance desain grafis. Asli, itu masanya lagi gacor-gacornya, Bree!. Waktu itu, pasarnya masih "gurih" karena orang-orang belum pada FOMO sama teknologi instan. Belum ada tuh bree ceritanya AI sakti yang bisa bikin CV cakep atau desain logo proper cuma dengan sekali klik. Kalaupun ada tools bantu, biasanya masih berbayar dan nggak se-satset sekarang. Tapi ya namanya zaman, sekarang semuanya serba AI gratis, bertebaran di mana-mana, dan hasilnya pun makin oke punya.
Orang nggak perlu lagi nunggu desainer berhari-hari kalau cuma buat bikin CV atau poster simpel; tinggal sekali klik, kelar. Sedihnya lagi, akun Instagram yang dulu aku bangun buat cari klien, tempat aku naruh semua portofolio dan testimoni sekarang udah nggak ada lagi. Akun itu hilang karena nggak terurus dan beberapa faktor teknis lainnya. Sayang banget emang, tapi ya itu jadi bagian dari proses perjalanan aku.
Pelajaran yang Aku Ambil
Meskipun sekarang aku nggak "ngedesain" seaktif dulu, pengalaman ngefrelance ini tetep jadi momen paling berharga. Aku belajar gimana caranya ngadepin klien, memahami apa yang mereka mau, dan gimana caranya tetap kreatif di tengah keterbatasan waktu. Dunia kreatif itu soal adaptasi. Kalau sekarang aku milih buat fokus ke kuliah dan bantu keluarga, bukan berarti kreativitas aku mati. Aku cuma lagi ganti "media" buat berkarya.
AI mungkin bisa memberikan kecepatan, tapi sentuhan rasa dan pengalaman manusia tetap punya tempatnya sendiri. Buat kalian yang masih berjuang di dunia desain, tetap gaspol ya! Jangan mau kalah sama keadaan. Jangan jadikan teknologi sebagai musuh, tapi jadikan AI sebagai kawan buat bikin karya yang lebih gila lagi.